Mantan Dirjen WADA Menyamakan FIFA Dengan Organisasi Mafia

Mantan Dirjen WADA Menyamakan FIFA Dengan Organisasi Mafia. Berbicara di acara Anti-Doping dalam Konferensi Olahraga di Oslo, Howman mengatakan sebanyak seperempat olahraga dunia memiliki “keterlibatan kriminal bawah tanah”. Mantan Dirjen WADA (World Anti-Doping Agency) yang sekarang menjabat Ketua Umum Athletics Integrity Unit (AIU) juga mengungkapkan kelompok yang dibentuk oleh International Association of Athletics Federations berikut skandal yang melibatkan pemimpin sebelumnya telah menangani 12-15 buah kasus suap dan korupsi.

 

Mantan Dirjen WADA Menyamakan FIFA Dengan Organisasi Mafia

 

Dia juga merujuk ke FIFA, yang pernah dijelaskan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat sebagai “organisasi korup yang berbau pemerasan” ketika badan olahraga tersebut didakwa dengan banyaknya pejabat resmi atas tuduhan korupsi, sebagai contohnya pengaruh kriminal dalam olahraga.

 

Investigasi di AS telah menemukan total 42 pejabat resmi yang telah didakwa oleh Departemen Kehakiman. Pihak berwenang Amerika terlibat karena uang itu diduga disalurkan melalui negara tersebut dengan menggunakan beberapa bank di AS.

 

Para pejabat yang terlibat kebanyakan didakwa karena telah menerima uang suap yang jumlahnya jutaan dolar dari perusahaan pemasaran sebagai imbalan atas sponsor dan penawaran pemasaran turnamen sepakbola regional dan pertandingan lainnya.

 

“Dunia kriminal semakin mencengkeram olahraga dan kita harus segera sadar”, kata Howman pada konferensi di ibu kota Norwegia. “Selama beberapa tahun terakhir, hingga 25 persen olahraga di dunia memiliki keterlibatan kriminal bawah tanah. Saya tidak ingin mengkritik olahraga apa pun, tetapi sekarang ada Piala Dunia yang sedang berlangsung dan FIFA menyebut diri mereka sebagai keluarga sepakbola.

 

“Saya sudah cukup tua untuk mengingat apa yang disebut keluarga pada tahun 1960-an dan 70-an, tapi itu tidak memiliki konotasi dengan olahraga dan saya rasa kita harus merenungkan tentang mengapa mereka menyebut diri mereka keluarga.” lanjutnya yang dilansir agen sbobet.

 

Kepala Eksekutif Badan Anti-Doping Amerika Serikat, Travis Tygart, bersikap kritis terhadap Piala Dunia FIFA yang masih berlangsung di Rusia, dengan menyatakan seharusnya malu di tengah skandal doping besar-besaran di negara tersebut.

 

Tidak ada orang Rusia yang terlibat dalam proses kontrol doping di Piala Dunia, tetapi Tygart berada di antara mereka untuk mengungkapkan kekhawatiran atas sistem anti-doping di tempat turnamen tersebut dilaksanakan. “Sayangnya, sudah terlambat untuk melakukan sesuatu, tetapi hal itu memalukan dan semua orang tahu”, katanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *